....

10 unsur peradaban yang dimiliki masyarakat indonesia sebelum pengaruh Hindu-Budha menurut G.Coedes

1. beternak

2. mengenal perundagian

3. mengenal ilmu pelayaran

4. mengenal sistem kekerabatan matrilineal

5. mengenal kepercayaan animisme, dinamisme, dan pemujaan roh leluhur

6. mengenal organisasi pembagian air untuk pertanian

7. kepandaian membuat peralatan dari tanah liat

8. mengenal kepercayaan terhadap penguasa gunung

9. mengenal cara pemakaman pada dolmen atau kubur batu

10. mitologi pertentangan pada dua unsur kosmos

 

 

10 kepandaian masyarakat Indonesia menurut Dr. Brandes

1. bercocok t anam padi/bersawah

2. mengenal permainan wayang

3. mengenal seni gamelan

4. pandai membatik

5. mengenal sistem macapat

6. mengenal alat tukar

7. membuat alat-alat dari logam

8. mengenal sistem pelayaran

9. mengenal ilmu astronomi

10. susunan masyarakat yang teratur

Penulis

Yuni Septiani. S.Pd.

NIP : 131850413

Guru sejarah merangkap sebagai pengurus koperasi guru bidang pengadaan buku siswa, dan wakil kepala sekolah urusan Humas di SMA Negeri 1 Kota T angerang-Banten

Mengajar sejak 1989

SEJARAH

July 19th, 2008 by Yuni Septiani, S.Pd

BAB 1----- BAB 2

 

Perkembangan Tata Hubungan Dunia

Setelah Perang Dunia II

 

1. Perubahan Politik dan Ekonomi Dunia setelah PD II dan Perang Dingin

 A.  Materi
­­­­­­­­­­­­­­­
I. Lahirnya Negara Adi Kuasa.
Perang Dunia II (1939-1945) merupakan perang yang sangat besar dan mengerikan karena PD II tidak hanya membunuh 17 juta tentara tetapi juga membunuh sipil yang banyaknya dua kali lipat jika dibandingkan dengan PD I (1914-1918) baik karena pemboman, kelaparan bahkan pembunuhan massal, termasuk negara-negara yang terlibat Perang Dunia II juga bertambah Jerman, Italia dan Jepang yang tergabung dalam aliansi sentral (poros) dibantu enam negara lain serta Inggris, Prancis, Uni Soviet, Cina dibantu 50 negara lainnya termasuk Amerika Serikat yang tergabung dalam aliansi sekutu.
Setelah Perang Dunia II berakhir, Politik dan Ekonomi Dunia mengalami perkembangan yang berbeda dari sebelumnya;

    1. Amerika Serikat sebagai salah satu negara penentu kemenangan fihak sekutu dalam PD II, muncul sebagai negara Adi Kuasa yang kemudian berperan penting untuk melakukan pembangunan  ekonomi bagi  negara-negara Eropa Barat sekaligus melakukan pembangunan politik Eropa barat yang  didasari pada idiologi liberalisme dan kapitalisme
    2. Uni Soviet yang juga salah satu negara penentu kemanangan pihak sekutu dalam PD II muncul pula sebagai negara Adi Kuasa yang kemudian menjadi negara yang sangat berpengaruh penting bagi pembangunan negara-negara kawasan Eropa timur dalam bidang ekonomi termasuk perjalanan potiknya yang didasari pada idiologi Sosialisme dan    komunisme.
    3. Munculnya Perang Dingin yang sangat mengkhawatirkan dan mengancam perdamaian Dunia serta ancaman timbulnya Perang yang lebih dasyat (PD III)
    4. Terpecahnya dunia kedalam 2 kekuatan besar (bipolarisasi)
    5. Lahirnya berbagai organisasi internasional seperti, GNB, Asean, Oki, MEE dan Apec.

Negara Adi Kuasa timbul sebagai akibat dari PD II dimana kemudian muncul  negara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang memiliki kekuatan perang dan militer yang paling besar disamping juga secara ekonomi kedua negara juga memiliki kemampuan ekonomi yang paling besar saat itu. Adapun beberapa faktor yang menyebabkan kedua negara menjadi negara Adi Kuasa antara lain:
1. Hancurnya negara-negara besar yang sebelumnya dalam PD II
2. Amerika Serikat wilayahnya tidak ada yang rusak selama PD II kecuali Pearl Harbour
3. Amerika Serikat satu-satunya negara pemasok persenjataan ke fihak sekutu (Eropa Barat)
    selama PD II berlangsung
4. Amerika Serikat mengalami perkembangan bidang Industri khususnya industri peralatan
    perang karena permintaan peralatan perang dan senjata dari Eropa barat terus meningkat
    selama PD II berlangsung.
5. Amerika Serikat juga mengalami keuntungan yang sangat besar dari hasil penjualan
    peralatan perang dan persenjataan dalam PD II 
6. Uni Soviet setelah menggunakan idiologi komunisme pada tahun 1917 terus mengalami kemajuan  dalam berbagai bidang khususnya kemajuan industri persenjataan termasuk juga politik, iptek serta kemajuan dalam bidang ekonomi dengan menggunakan sistim ekonomi terpusat.
7. Amerika Serikat dan Uni Soviet adalah dua negara Sekutu yang menjadi penentu
     kemenangan fihak sekutu melawan fihak sentral dalam PD II (1939-1945)
        Kedua  negara Adi Kuasa,  kemudian membawa dunia  berada dalam hegemoni dua negara yang muncul kepermukaan dengan kekuatan militer yang lebih dan kekuatan ekonomi-nya sangat besar pula, serta  berpengaruh dalam perjalanan politik dan ekonomi dunia yang ditandai dengan adanya perbedaan dan pertentangan idiologi antara Amerika Serikat/Liberal-Kapitalis dengan Uni Soviet/Sosialis-Komunis,  yang berdampak pada timbulnya perebutan daerah pengaruh dan saling menghancurkan.
b. Terjadinya Perang Dingin dan Dampaknya bagi dunia
Perang Dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai akibat dari adanya konflik-konflik kepentingan, supremasi, perbedaan idiologi dan gambaran meningkatnya permusuhan antara Amerika Serikat/blok barat dengan Uni Soviet/blok timur. Perang Dingin sendiri mulai digunakan oleh media massa Amerika Serikat semenjak tahun 1948 
Ciri-ciri Perang Dingin adalah :

  1. adanya manuver politik
  2. pertentangan idiologi
  3. perlombaan persenjataan/ruang angkasa
  4. perang psikologis
  5. persaingan ekonomi
  6. pembentukan fakta militer
  7. pengiriman agen-agen rahasia atau mata-mata (intelijen).

Pertentangan paham idiologi antara blok Barat dan blok Timur segera diikuti dengan perlombaan senjata dan pembentukan pakta pertahanan militer. AS bersama sekutunya di Eropa Barat membentuk NATO, sedangkan US bersama sekutunya di Eropa Timur membentuk Pakta Warsawa. Perlombaan senjata mereka juga sudah merambah keluar angkasa. Bahkan ketika AS dipimpin oleh Presiden Ronald Reagen telah mengembangkan sistem pertahanan militer di luar angkasa yang dikenal dengan sebutan Perang Bintang, rudal-rudal mereka yang berhulu ledak nuklir sudah saling mengarah kepada lawannya.
Dampak Perang Dingi bagi dunia adalah telah menimbulkan kecemasan dunia akan bayang-bayang timbulnya Perang Dunia III (Perang Nuklir).Dunia seolah-olah terpecah menjadi dua yakni Blok Barat dibawah komando AS dan Blok Timur dib awah komando US. Demi kepentingan politik, ekonomi dan militer kedua negara super power tersebut menjalankan politik pecah belah. Negara dan bangsa yang terpecah belah seperti Korea, Vietnam, dan Jerman.

2.  Perkembangan Tata Dunia, Hubungan Utara-Selatan dan Munculnya Kecenderungan
     yang bersifat Global dan Regional

 A.  Materi
­­­­­­­­­­­­­­­

    1.    Gerakan Non Blok ( GNB )

Adanya ketegangan antara blok barat dan blok timur yang disebut dengan Perang Dingin (Cold War) telah menimbulkan gagasan-gagasan baru dari para pemimpin Negara-negara lain khususnya Yoguslavia, Indonesia, Mesir Ghana dan India untuk tidak terlibat dan melibatkan diri dalam Perang Dingin serta untuk tidak memanas-manasi kedua blok yang sedang bertikai maka di Yogoslavia dibentuklah organisasi baru yang disebut organisasi Gerakan Non Blok ( GNB ) atau Non Aligment Movement  yang merupakan  gerakan dari negara-negara yang tidak memihak ke Blok Barat maupun ke Blok Timur.
a.  Latar belakang berdirinya GNB adalah:      
  

  1. Timbulnya Perang Dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat (USA) dengan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet (USSR), yang bersaing untuk memperebutkan pengaruh dunia Internasional.
  2. Munculnya kecemasan negara-negara yang baru merdeka (negara sedang berkembang ) akan timbulnya Perang Dunia III yang lebih dasyat, sebagai akibat adanya perebutan pengaruh sehingga berusaha untuk meredakan ketegangan antara kedua blok.
  3. Keinginan untuk memelihara dan mengujudkan perdamaian dunia sebagaimana piagam PBB.

b.  Tujuan GNB
Tujuan GNB semula adalah untuk meredakan perang dingin dan ketegangan dunia sebagai akibat pertentangan antara Blok Barat dan Blok Timur. Namun kemudian berkembang meliputi  kerjasama antar bangsa pada bidang-bidang lainnya. Dibawah ini adalah tujuan GNB yang dirumuskan dalam KTT I  yaitu :

  1. Membantu menyelesaikan sengketa-sengketa internasional
  2. Mengupayakan perlucutan senjata
  3. Mendorong terciptanya perdamaian dunia
  4. Membantu perjuangan bangsa-bangsa terjajah untuk mendapatkan kemerdekaannya.
  5. Menentang kolonialisme, imperialisme, apartheid dan zionisme.
  6. Memajukan kerjasama di bidang ekonomi, social dan politik antar sesama negara anggota

c. Prinsip-prinsipGNB

  1. Gerakan Non Blok bukan merupakan blok tersendiri di luar blok barat dan blok timur dan tidak ingin bergabung dengan salah satu blok yang sedang bertikai.
  2. Gerakan Non Blok merupakan wadah perjuangan bagi negara-negara sedang berkembang dan negara yang belum memperoleh kemerdekaanya
  3. Gerakan Non Blok menyokong setiap usaha yang menentang imperialisme, kolonialisme, rasialisme, apartheid, serta zionisme
  4. Negara-negara dan tokoh pendiri GNB

 

Yang memprakarsai berdirinya GNB   adalah :
1) Indonesia           : Presiden Soekarno
2) India                  : PM. Pandit Jawaharlal Nehru
3) Mesir                 : Presiden Gamal Abdul Naser
4) Ghana                : Presiden Kwane Nkumah
5) Yugoslavia         : Presiden Yosef  Bros Tito

 e. Pola kerja GNB
            GNB tidak memiliki pengurus serta struktur organisasi kerjasama umumnya seperti  PBB. Satu-satunya pengurus dalam GNB adalah seorang Ketua yang akan menjalankan dan mensosialisasikan setiap keputusan KTT sampai dilangsungkannya KTT berikutnya.  Kegiatan Non Blok pada dasarnya meliputi dua bidang, yakni bidang politik dan ekonomi. pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui :

    1. Forum kerjasama dan Lembaga-lembaga internasional termasuk PBB.
    2. Dialog Utara-Selatan (negara-negara maju-negara-negara sedang berkembang).
    3. Kerjasama selatan-selatan (negara-negara sedang berkembang).

                 f.  Penyelenggaraan KTT Non Blok

1) KTT Non Blok I

      1. Tempat dan waktu penyelenggaraan di Beograd ( Yugoslavia) tanggal 1 – 6 September 1961. Tanggal pembukaan KTT Non Blok I, tanggal 1 september 1961 kemudian dinyatakan sebagai tanggal kelahiran Gerakan Non Blok.
      2. Penyelenggara adalah negara Yugoslavia Presiden Josef Bros Tito menjadi ketua Gerakan Non Blok untuk pertama kalinya.
      3. Dihadiri oleh 25 negara, yaitu Afganistan, Aljazair, Burma, Kamboja, Maroko, Nepal, Saudi Arabia, Kongo, Cyprus, Athiopia, Ghana, Guinea, India, Somalia, Sudan, Tunisia,   Mesir, Yaman, Yugoslavia, Srilangka, Kuba, Libanon, Mali, Irak dan Indonesia dan 3 negara peninjau.
      4. Hasil KTT Non Blok mengeluarkan pernyataan yang dikenal dengan nama “Deklarasi Beograd”. Garis besar isinya adalah :
        1. Meminta PBB agar menyerukan kepada anggotanya untuk menghapushan penjajahan dalam segala bentuk
        2. Mendesak penghentian perang dingin antara Blok Barat dan Blok Timur

2)  KTT Non Blok II

    1. Tempat dan waktu pelaksanaan, di Kairo ( Mesir ) tanggal 5 – 10 Oktober 1964.
    2. Ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.
    3. Dihadiri 60 negara  tediri dari 49 delegasi negara anggota dan 11 delegasi negara peninjau.
    4. Keputusan yang diambil, antara lain :
        1. Melakukan aksi bersama untuk membebaskan  negara-negara terjajah, menghapuskan kolonialismeneokolonialisme dan imperialisme
        2. Menghormati hak setiap rakyat dan bangsa  untuk menentukan nasib sendiri
        3. Menentang setiap diskriminasi rasial dan apartheid
        4. Menyelesaikan sengketa antar bangsa secara damai sesuai
        5. prinsip-prinsip PBB
        6. Menentang penggunaan, pakta-pakta militer dan pangkalan militer asing
        7. Menyerukan perlucutan senjata, dan larangan percobaan nuklir serta penghapusan senjata nuklir.
        8. Meningkatkan kerjasama kebudayaan, penelitian dan pendidikan antar bangsa untuk kesejahteraan manusia.
  1. KTT Non Blok III
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Lusaka ( Zambia) tanggal 8 – 10 September 1970.
    2. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Zambia  Kenneth Kaunda
    3. Dihadiri oleh 59 negara
    4. Pada KTT III dibahas masalah; demokratisasi, hubungan-hubungan internasional dan kerjasama ekonomi.  keputusan-keputusan yang berhasil disepakati;
        1. Mengujudkan kerjasama diantara negara GNB tanpa tergantung pada negara maju
        2. Menuntut keadilan ekonomi dalam kerjasama ekonomi dunia.
        3. Meningkatkan kerjasama dalam upaya menentang semua kekuatan yang melanggar kemerdekaan dan keutuhan wilayah negara lain.
        4. Meningkatkan kerjasama antar anggota GNB dibidang ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi.

 

  1. KTT Non Blok IV
    1. Tempat dan waktu pelaksanaan, di Aljiers (Aljazair) tanggal 5 – 9 September 1973.
    2. Ketua Non Blok adalah Presiden Aljazair  Houari Boumediene             
    3. Dihadiri oleh 75 negara.
    4. Dalam KTT IV dibahas masalah; kemungkinan kerjasama ekonomi dengan negara maju, alih teknologi ke negara berkembang, perusahaan multi nasional, pangan dunia dan ketegangan di timur tengah. Beberapa keputusan dalam KTT IV, diantaranya :
        1. Mencari keseimbangan antara negara berkembang dengan negara maju khusunya dalam bidang kerjasama ekonomi agar tercipta kerjasama yang lebih adil.
        2. Mengupayakan penyelesaian ketegangan  di Afrika dan Timur Tengah.
        3. Mengupayakan agar  sumber daya alam, dapat dikelola dengan baik oleh negara-negara GNB agar tidak dikuasai negara asing.
        4. Mengajukan dilakukan alih teknologi, dan pangan dunia dari negara maju

 

  1. KTT Non Blok V
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Colombo

 ( Srilanka) tanggal 16 – 19 Agustus 1976

    1. Sebagai ketua Geraka Non Blok adalah Perdana Menteri Srilanka  Sirimavo Bandaranaike
    2. Dihadiri oleh 58 negara
    3. Dalam KTT V dibahas masalah; memperkokoh persatuan, bahaya perang nuklir, upaya memajukan ekonomi negara anggota termasuk Timor Timur atas usul negara Angola. Beberapa keputusan yang berhasil disepakati yakni;
        1. Mengupayakan kemajuan ekonomi negara GNB melalui kerjasama dengan negara maju, yang  bersifat lebih adil dalam upaya  menciptakan Tata ekonomi baru dunia.
        2. Berupaya menyelamatkan dunia dari ancaman perang Nuklir dengan mendesak PBB untuk lebih proaktif mengujudkan perdamaian dunia
  1. KTT  Non Blok VI

 

Pada KTT VI yang berlangsung di Havana, ditandai dengan kecenderungan perpecahan dalam tubuh Gerakan Non Blok, Kuba berusaha agar Gerakan Non Blok lebih bersahabat pada Uni Soviet. oleh karena itu, KTT berlangsung tegang, disamping adanya perbedaan pandangan antara anggota GNB yang bersifat moderat seperti Indonesia, India Yugoslavia dan Srilanka dengan angota yang bersifat radikal seperti Kuba, Aljazair dan Vietnam mengenai masalah Serangan RRC ke Vietnam, perang saudara di Kamboja dan persetujuan Camp David antara Mesir dan Israel. ketegangan baru mereda setelah  tokoh pendiri Gerakan Non Blok Yosef Bros Tito memberikan penjelasan. pada KTT VI inilah Burma (Myanmar) menyatakan keluar dari tubuh Gerakan Non Blok, sebab menganggap gerakan ini tidak murni lagi.

    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Havana ( Kuba) tanggal 3 – 7 September 1979
    2. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Kuba  Fidel Castro
    3. Dihadiri oleh 92 negara
    4. Dalam KTT VI dibahas masalah; Serangan RRC ke Vietnam, Perang saudara di Kamboja (invasi Vietnam) dan masalah penandatangan perjanjian damai Israel – Mesir (Perjanjian Camp David). Beberapa hasil yang berhasil dirumuskan antara lain ;
        1. Menekankan kembali perlunya mempertahankan prinsip-prinsip dan  kemurnian dari GNB.
        2. Meningkatkan bantuan ekonomi dari negara maju kepada negara sedang berkembang.
        3. Memajukan negara-negara GNB melalui    5D  

   (Democracy, Decdonization, Development, Détente, and
   Desermament)

  1. KTT Non Blok VII

KTT Non Blok VII seharusnya dilaksanakan di Baghdad (Irak) kerena terjadi perang Irak-Iran, pelaksanaannya dialihkan ke India.

    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di New Delhi ( India) tanggal 7 – 11 Maret 1983.
    2. Ketua Gerakan Non Blok adalah Perdana Menteri India   Indira Gandhi 
    3. KTT dihadiri oleh 101 negara
    4. Dalam KTT VII dibahas masalah;  Afganistan, Kamboja, masalah antar sesama anggota Non Blok dan ekonomi. Beberapa keputusan yang disepakati yaitu;
        1. Mendukung perjuangan rakyat Afganistan untuk menentukan nasibnya sendiri
        2. Membantu mengupayakan penyelesaian masalah Kamboja
        3. Menyelesaikan masalah-masalah diantara sesama anggota Non Blok
        4. Menyerukan agar negara-negara maju menghapuskan proteksionisme dan segala sesuatu yang dapat menghambat kemajuan perdagangan internasional
  1. KTT Non Blok VIII
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Harare

      ( Zimbabwe) tanggal 1 – 6 September 1986

    1. Sebagai Ketua Gerakan Non Blok adalah Presiden Zimbabwe Robert Mugabe 
    2. KTT dihadiri oleh 103 negara
    3. Dalam KTT VIII penekanan pembahasan masalah lebih ditekankan pada aktivitas nyata GNB menyangkut masalah social ekonomi khususnya peningkatan kerjasama ekonomi antar negara GNB sendiri. Beberapa kesepakatan yang berhasil dirumuskan adalah:
        1. Mengajak mengakhiri Apartheid di Afrika Selatan
        2. Mengecam kebijakan  Amerika Serikat terhadap Libya,dan Nicaragua. Kehadiran pasukan Uni Soviet di Afganistan dan Vietnam di Kamboja.
        3. Meningkatkan kerja sama ekonomi khususnya bidang pangan dan pertanian secara nyata untuk meningkatkan standar hidup rakyat  anggota Non Blok.
  1. KTT Non Blok IX
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Beograd                   ( Yugoslavia) tanggal 4 – 7 September 1989
    2. Sebagai ketua Gerakan Non Blok adalah adalah Presiden Yugoslavia  Janez Dinovsek Ph.D 
    3. KTT IX dihadiri oleh 106 negara tercatat 60 kepala negara dan kepala pemerintahan ikut hadir dan utusan Indonesia dipimpin langsung oleh Presiden Soeharto.
    4. Dalam KTT IX dibahas masalah;  Irak dan Kuwait, Kamboja, Korea, Palestina dan Lebanon termasuk masalah ekonomi. Beberapa kesepakatan yang berhasil dicapai antara lain:
        1. Menyambut baik pelaksanaan JIM I dan JIM II yang dinilai memberi sumbangan berarti bagi penyelesaikan masalah Kamboja.
        2. Mendukung penyatuan dua Korea tanpa campur tangan asing, melalui dialog Utara-Selatan
        3. Mengutuk Israel atas pengusaan wilayah Palestina dan wilayah-wilayah arab lainnya.
        4. Menyambut baik masuknya Palestina menjadi anggota GNB dan menyerukan seluruh negara di dunia agar segera mengakui kemerdekaan Palestina. Mendukung penuh kedaulatan, integritas dan kesatuanLebanon yang adil.

 

             

  1.   KTT Non Blok X
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan, di Jakarta ( Indonesia) tanggal 1 – 6 September 1992
    2. Sebagai ketua gerakan Non Blok adalah Presiden Indonesia Soeharto
    3. KTT dihadiri oleh 108 Negara
    4. Dalam KTT X Dibahas masalah; Penangulangan utang luar negeri negara-negara berkembang, konflik di Yugoslavia, Palestina, kelaparan di Somalia dan masalah HAM.

Beberapa kesepakatan yang berhasil dirumuskan:

        1. Mengupayakan pengurangan dan pengendalian utang-utang negara anggota GNB
        2. Mendesak PBB agar segera menyelesaikan konflik dan perang saudara di bekas negara Yuoslavia.
        3. Mendesak PBB agar memberi sanksi kepada Israel yang telah menduduki tanah Palestina.
        4. Mendorong negara-negara anggota GNB untuk membatu rakyat Somalia yang mengalami kelaparan.
        5. Mendorong negara anggota GNB untuk merumuskanmasalah HAM di negara masing-masing.
        6. Mengupayakan dialog antara Utara-Selatan
        7. Perlunya restrukturisasi PBB.

Selain hasil kesepakatan tersebut diatas, KTT Non Blok X juga menghasilkan Jakarta Message atau pesan Jakarta yang terjadi atas 27 pasal, yang terpenting diantaranya;

  1. Menyadari kenyataan dunia internasional dewasa ini, yakni saling ketergantungan antar negara dan perlunya peningkatan kerjasama dalam berbagai bidang.
  2. Mengupayakan terus menerus agar tercipta perdamaian, kemanan dan keadilan
  3. Mengupayakan pembentukan  tatanan dunia baru untuk mewujudkan perdamaian kemanan dan keadilan sosial.
  4. Mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaannya.
  5. Menentang politik apartheid dan diskriminasi rasial  di Afrika Selatan
  6. Menentang perlombaan senjata nuklir maupun konvensional
  7. Melakukan upaya untuk mengatasi kerusakan lingkungan hidup, maka gerakan non blok dan mendukung hasil KTT Bumi di Rio de Janeiro

         ( Brasil) yang membahas lingkungan hidup

  1. Meningkatkan kerjasama antar Negara Non Blok dan  kerjasama Selatan-selatan
  2. Menyatakan perang terhadap kemiskinan, buta huruf  dan keterbelakangan di seluruh dunia.
  3. Secara berkelanjutan terus memperjuangkan tercapainya prinsip-prinsip yang dikumandangkan dalam Konferensi Asia-Afrika tahun 1955.
  1. KTT Non Blok XI
    1. Tempat dan waktu penyelenggaraan di Cartagena, Kolombia tanggal 18-20 Oktober 1995
    2. Sebagai ketua GNB  ialah Presiden Kolombia Ernesto Samper             
    3. KTT dihadiri 113 negara
    4. Dalam KTT XI dibahas masalah; perubahan sikap dari konfrontatif menjadi sifat kooperatif, merumuskan sikap

GNB (non- aligned), restrukturisasi  dan demokratisasi PBB, lingkungan hidup dan penghapusan/penjadwalan kembali utang negara-negara berkembang. Beberapa kesepakatan yang berhasil dibuat tertuang dalam Seruan dari Kolombia  (The Calls from Colombia) yaitu:

        1. Meneruskan perjuangan restrukturisasi dan demokratisasi serta penataan kembali PBB.
        2. Menolak segala bentuk bantuan yang dikaitkan dengan  politik oleh negara-negara maju.
        3. Mengupayakan penghapusan senjata-senjata pemusnah massal
        4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban  yang terkait dengan lingkungan hidup dan pembangunan PBB.
        5. Mengajak seluruh negara di dunia untuk menghapuskan sisa-sisa kolonialisme dan imperialisme
        6. Menghimbau negara-negar maju untuk menghuskan utang negara-negara berkembang yang berpenghasilan rendah.
        7. Meningkatkan dialog  Utara-Selatan dalam rangka kerjasama lebih adil yang saling menguntungkan
    •  KTT Non Blok XII
      • Tempat dan waktu penyelenggaraan di Durban, afrika Selatan tanggal 3 -4 September 1998
      • Sebagai Ketua GNB ialah Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela
      • KTT dihadiri oleh 113 negara
      • Dalam KTT XII dibahas masalah; terorisme, PBB, kerjasama ekonomi. Beberapa keputusan yang diambil yaitu:
          • Menyerukan KTT internasional tentang terorisme.
          • Melanjutkan reformasi PBB.
          • Menghimbau pelucutan senjata nuklir
          • Mengupayakan peningkatan kapasitas keputusan GNB terhadap masalah-masalah dunia.
          • Menegaskan komitmen perlunya terus diupayakan peningkatan kerjasama selatan-selatan.
            1. ASEAN

ASEAN (Asosiation of South East Nation) merupakan organisasi kerjasama negara-negara kawasan asia tenggara yang ditandatangani dalam pertemuan para menteri luar negeri  negara-negara asia tenggara pada tanggal 7 Agustus 1967 di Bangkok ibu kota negara Thailand (deklarasi Bangkok). Pada dasarnya kerjasama ASEAN lebih menekankan  pada kerjasama ekonomi dan sosial budaya dari pada kerjasama politik militer namum tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama bidang politik, dengan dasar pertimbangan antara lain:

        1. Bidang ekonomi dan sosial budaya lebih bermasalah daripada bidang politik dan militer yakni negara-negara asia tenggara sangat tertinggal dari negara-negara maju.
        2. Kerjasama militer akan sulit berkembang karena negara-negara asia tenggara memiliki perbedaan orientasi politik.
        3. Negara-negara asia tenggara pada waktu itu menyadari bahwa ancaman serius adalah subversi dan infiltrasi bukan agresi terbuka.
        4. Membentuk kerjasama militer hanya akan meningkatkan ketegangan dikawasan asia tenggara.
          1. Latar Belakang Berdirinya ASEAN
                1. Adanya persamaan letak  geografis
                2. Adanya  persamaan budaya
                3. Adanya latar belakang sejarah yang sama yakni pernah dijajah bangsa barat  kecuali  Thailand
                4. Adanya  kepentingan yang sama yakni pembangunan ekonomi

 

          1. Terbentuknya ASEAN

ASEAN terbentuk berdasarkan Deklarasi Bangkok tanggal 8 Agustus 1967 yang ditandatangani oleh lima menteri luar negeri dari Negara-negara kawasan Asia Tenggara yaitu:

  1. Menteri Luar Negeri Indonesia      Adam Malik
  2. Menteri Luar Negeri  Malaysia      Tun Abdul Razak
  3. Menteri Luar Negeri  Thailand      Thanat Khoman
  4. Menteri Luar Negeri  Singapura    S. Rajaratnam
  5. Menteri Luar Negeri  Philipina      Narcisco Ramos

 

          1. Tujuan ASEAN
              1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan social serta mengembangkan kebudayaan melalui usaha bersama dalam semangat kebersamaan dan persahabatan bangsa-bangsa asia tenggara yang sejahtera dan damai.
              2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional di kawasan asia tenggara tanpa mencampuri urusan dalam negeri negara anggota.
              3. Meningkatkan kerjasama dan saling membantu dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, social, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.
              4. Menyediakan bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan administrasi untuk masing-masing anggota
              5. Melakukan kerjasama secara lebih aktif guna meningkatkan pemamfaatan     pertanian dan industri, perluasan perdagangan dan pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, perbaikan sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi serta taraf hidup rakyatnya.
              6. Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi-organisasi internasional dan regional .
              7. Memajukan studi-studi masalah asia tenggara.

 

 d. Struktur Organisasi ASEAN

Struktur ASEAN Periode 1967-1976 terdiri dari:

        1. Sidang Tahunan Para Menteri
        2. Standing Comitte
        3. Komite-komite Tetap dan Khusus
        4. Sekretariat Nasional ASEAN terdapat pada ibukota negara-negara anggota.

Struktur ASEAN Periode 1976 sampai sekarang terdiri dari:
    1. Pertemuan Para Kepala Negara/Pemerintahan (Summit Meeting) yang merupakan kekuasaanTertinggi ASEAN diadakan apabila dipandang perlu. Pertemuan dalam bentuk KTT telah dilaksanakan sebagai berikut:
KTT ASEAN I diselenggarakan di Denpasar Bali  Indonesia, pada  tanggal 23 – 24 Februari 1976.
KTT ASEAN II diselenggarakan di Kuala Lumpur  Malaysia, pada tanggal 4-5 Agustus 1977
KTT ASEAN III diselenggarakan di Manila Philipina, pada 14-15 Desember 1987
KTT ASEAN IV  diselenggarakan di Singapura, pada tanggal 27-28 Februari 1992
KTT ASEAN V diselenggarakan di Bangkok Thailand, pada tanggal 14-15 Desember 1995
KTT ASEAN VI diselenggarakan di Hanoi Vietnam, Pada tanggal 15-16 Desember 1998
KTT ASEAN VII diselenggarakan di Bandar Seri Begawan, Brunai Darussalam Pada Tanggal 5-6 Nopember 2001.
 2. Sidang Tahunan Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN atau Annual
     Ministerial Meeting  diadakan setiap tahun
 3. Sidang para Menteri Ekonomi dilaksanakan  dua kali dalam setahun.
 4. Sidang Para Menteri Non Ekonomi bersidang bila dipandang perlu.
 5. Standing Comitte (Panitia Tetap)
 6. Komite-komite ASEAN terdiri dari 1. komite bidang ekonomi
                                                               2. komite non ekonomi
             7. Sekretariat ASEAN terdiri a. Sekretaris Tetap ASEAN
                                                b. Sekretaris Nasional ASEAN
 
          Pejabat yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN adalah sebagai berikut :

No

Sekjen ASEAN

Asal Negara

Periode

1

HR. Dhasono

Indonesia

1977-1978

2

Umarjadi Notowijono

Indonesia

1978-1979

3

Datok Ali Bin Abdullah

Malaysia

1979-1980

4

Narciso G. Reyes

Filipina

1980-1982

5

Chan Kai Yu

Singapura

1982-1984

6

Pan Wannamethee

Thailand

1984-1986

7

Roderick Yong

Brunai Darussalam

1986-1989

8

Rusli Noor

Indonesia

1989-1993

9

Datok Ajit Sing

Malaysia

1993-1998

10

Rodiolfo C. Severino

Filipina

1998-2002

11

Ong Kang Yeng

Vietnam

2002-Sekarang

 

 
e. Anggota  ASEAN

ASEAN dalam masalah keanggotaan bersifat terbuka bagi negara-negara di kawasan

Asia Tenggara yang sudah merdeka dan berdaulat serta dapat memenuhi dan menyetujui dasar dan  tujuan ASEAN. Sampai dengan sekarang ASEAN mempunyai anggota sepuluh negara yaitu:

NAMA NEGARA

MENJADI ANGGOTA

INDONESIA

18 Agustus 1967

MALAYSIA

18 Agustus 1967

SINGAPURA

18 Agustus 1967

THAILAND

18 Agustus 1967

FILIPINA

18 Agustus 1967

BRUNAI DARUSSALAM

7 Januari   1984

VIETNAM

28 Juni 1995

LAOS

23 Juli 1997

MYANMAR

23 Juli 1997

KAMBOJA

16 Desember 1998

 

f.     Bentuk-bentuk kerjasama ASEAN

      1. Bidang ekonomi 
                 Dalam bidang ekonomi negara-negara ASEAN berupaya mengujudkan kerjasama yang
               saling menguntungkan antar sesama anggota. Pelaksanaan kerjasama ekonomi ASEAN
               dilakukan dengan membentuk :

  1. Komite Perdagangan dan pariwisata (Committee on Trade and Tourism)berkedudukan di Singapura.
  2. Komite Industri, perdagangan, dan energi (Committee on Industry, Mineral and Energy)        berkedudukan di Filipina.
  3. Komite Pangan, Pertanian dan Kehutanan (Committee on Food, Agriculture and Forest) berkedudukan di Indonesia.
  4. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Fund and Bank) berkedudukan di     Thailand.
  5. Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and Communication) berkedudukan di Malaysia.  Kerjasama dalam berbagai bidang diatas telah berlangsung dengan baik dan saling menguntungkan dan terus ditingkatkan. Khusus kerjasama bidang Industri telah dibangun industri ASEAN sebagai berikut:
  6. Proyek Pupuk Urea Amonia di Indonesia
  7. Proyek Pupuk Urea di Malaysia
  8. Proyek Super Prosphat di Philipina
  9. Proyek Mesin Diesel di Singapura
  10. Proyek Abu Soda di Thaland

Selain itu ASEAN terus menjajaki berbagai kerjasama dengan organisasi kerjasama lain seperti MEE, PBB, UNDP dan dengan negara industri Maju dan negara dunia ketiga. Dalam bidang perdagangan ASEAN juga telah membentuk AFTA (Asean Free Trade Area)

2) Bidang Sosial
Kerja sama ASEAN di bidang social dikoordinasi komite Perkembangan Sosial
 ( Committee on Social Development). Yang membidangi; kesejahteraan dan pembangunan masyarakat, pendidikan, wanita, pemuda, perburuhan, tenaga kerja, dan narkotika. Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya:

  1. kerjasama menanggulangi masalah kependudukan
  2. kerjasama mencegah dan memberantas narkotika

3) Bidang budaya
Kerjasama ASEAN di bidang budaya dikoordinasi oleh Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee on Culture and Information) 
Kerjasama bidang kebudayaan dan Informasi antar sesama negara ASEAN  dilakukan dengan : 

  1. Pertukaran acara radio dan televisi antara negara-negara ASEAN
  2. Penyelenggaraan Festival Film ASEAN
  3. Pertukaran pemuda dan pelajar ASEAN
  4. Pertukaran misi kebudayaan

Komite Pengetahuan dan Teknologi (Committee on Science and Technology)
Kerjasama bidang Pengetahuan dan Teknologi yang menyangkut bidang protein,limbah bahan makanan, cuaca, lingkungan hidup dan energi telah berlangsung dengan baik.
4) Bidang Politik
     Dalam kerjasama bidang politik ASEAN sepakat untuk menyelesaikan segala
     permasalahan melalui jalan perundingan. Pada tanggal 27 November 1971, di
     Kuala Lumpur ASEAN mencetuskan konsepsi wilayah Asia Tenggara sebagai kawasan
     damai, bebas dan netral ( Zone of Peace,Freedom and Neutrality ) disungkat  ZOPFAN.

Arti Penting kerjasama ASEAN  adalah:

      • Menjamin keamanan nasional sebagai dampak dari stabilitas keamanan regional yang cukup baik
      • Memperlancar pembangunan Nasional sebagai wujud peningkatan kerjasama dalam bidang ekonomi dan social buda negara-negara kawasan ASEAN.
      • Menciptakan stabilitas kawasan ASEAN dengan semangat perdamaian, persahabatan saling pengertian dan juga saling membantu.  

      3. Organisasi Konferensi Islam (OKI)
                  OKI merupakan organisasi Negara-negara Islam dan negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam yang dibentuk  sebagai  reaksi terhadap pembakaran mesjid Al Aqsa oleh Israel pada tanggal
      21 Agustus 1969 yang merupakan salah satu tempat suci umat Islam, selain Mekkah dan Madinah  serta bentuk penolakan terhadap pendudukan wilayah-wilayah arab oleh Israel termasuk pula penguasaan atas Yerussalem semenjak tahun 1967.

      a. latar belakang dan sejarah terbentuknya OKI

      Pendudukan Israel atas wilayah-wilayah arab khususnya  kota Yerusalem semenjak  tahun 1967 telah menimbulkan  kekawatiran bagi negara-negara arab dan umat Islam akan tindakan-tindakan  yang mungkin dilakukan  Israel terhadap wilayah pendudukannya termasuk di Yerusalem yang didalamnya berdiri mesjid Al Aqsa. Pada tanggal 21 Agustus 1969 kekawatiran Negara-negara arab dan umat Islam terbukti dengan tindakan Israel yang membakar mesjid Al aqsa. Pembakaran mesjid Al Aqsa tersebut menimbulkan reaksi dari pemimpin negara arab khususnya Raja Hasan II dari Maroko, menyerukan para pemimpin negara-negara arab dan umat Islam agar bersama-sama menuntut Israel bertanggungjawab atas pembakaran mesjid Al Aqsa tersebut  Seruan Raja Hasan II dari Maroko mendapat sambutan dari Raja Faisal dari  Arab Saudi dan Liga Arab, yang langsung  ditindaklanjuti dengan pertemuan para duta besar dan menteri luar negeri  liga arab  pada tanggal 22-26 Agustus 1969 yang berhasil memutuskan :

       

      1. Tindakan Pembakaran mesjid Al Aqsa oleh Israel merupakan suatu kejahatan yang tidak dapat diterima.
      2. Tindakan Israel tesebut merongrong kesucian umat Islam dan Nasrani serta mengancam keamanan Arab.
      3. Mendesak agar segera dilakukan Konfrensi Tingkat Tinggi negara-negara Islam.

      Untuk merealisasikan hasil-hasil pertemuan diatas kemudian dibentuklah panitia penyelenggara KTT Negara-negara Islam oleh Arab Saudi dan Maroko berangotakan; Malaysia, Palestina, Somali dan Nigeria, dan pada tanggal 22-25 September 1969 dilangsungkan Konfrensi Tingkat Tinggi negara-negara Islam dihadiri 28 negara dan menghasilkan beberapa  keputusan penting diantaranya :
      1. Mengutuk pembakaran mesjid Al Aqsa oleh Israel
      2. Menuntut pengembaliam kota Yerusalem sebagaimana sebelum perang tahun 1967.
      3. Menuntut Israel untuk menarik pasukannya dari seluruh wilayah arab.
      4. Menetapkan pertemuan menteri luar negeri di Jeddah Arab Saudi pada bulan Maret 1970.
         

      b. Tujuan OKI

      1. Memelihara dan meningkatkan solidaritas diantara negara-negara anggota dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, ilmu pengetahuan politik dan pertahanan keamanan.
      2. Mengkoordinasikan usaha-usaha untuk melindungi tempat-tempat suci.
      3. Membantu dan bekerjasama dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.
      4. Berupaya melenyapkan perbedaan rasial, diskriminasi, kolonialisme dalam segala bentuk.
      5. Memperkuat perjuangan umat Islam dalam melindungi martabat umat, dan hak masing-masing negara Islam.
      6. Menciptakan hubungan kerjasama yang harmonis, saling pengertian antar negara OKI dan Negara-negara lain.

       

      c. Struktur organisasi OKI

         Struktur organisasi terdiri dari  :

          1. Badan utama meliputi :
            1. KTT para raja dan Kepala negara/pemerintahan
            2. Sekretaris Jenderal sebagai badan eksekutif
            3. Konferensi para Menteri luar negeri
            4. Mahkamah Islam Internasional sebagai badan Yudikatif
          2. Komite-komite khusus, meliputi :
            1. komite Al-Quds
            2. komite keuangan
            3. komite social, ekonomi dan budaya

       3)    Badan-badan subsider meliputi:
              a). Bidang Ekonomi terdiri dari:
                   1. Pusat Riset dan latihan sosial ekonomi berpusat di Ankara (Turki).
                   2. Pusat Riset dan latihan teknik berpusat di Dhakka (Bangladesh)
                   3. Kamar Dagang Islam berpusat di Casablanca (Maroko).
                   4. Dewan Penerbangan Islam berpusat di Tunis (Tunisia).
                   5. Bank Pembangunan Islam berpusat di Jeddah (Arab Saudi).
              b). Bidang Sosial Budaya terdiri dari:
                   1. Dana Solidaritas Islam berpusat di Jeddah (Arab Saudi)
                   2. Pusat Riset Sejarah dan Budaya Islam berpusat di Istambul (Turki).
                   3. Dana Ilmu,  teknologi dan Pembangunan berpusat di Jeddah (Arab Saudi).
                   4. Komisi Bulan Sabit Islam berpusat di Bengasi (Libya)
                   5. Komisi Warisan Budaya Islam berpusat di Istambul (Turki).
                   6. Kantor Berita Islam Internasional berpusat di Jeddah (Arab Saudi).

      d.   Anggota OKI
      Organisasi Konfrensi Islam (OKI) pada saat pembentukannya memiliki anggota 28 Negara dan terus mengalami pertambahan, hingga dewasa ini anggota OKI berjumlah 46 negara yang berasal dari kawasan Asia Barat, Asia Tengah, Asia Tenggara, Afrika. Negara-negara anggota OKI adalah : Arab Saudi, Maroko, Aljazair, Bahrain, Libya, Mauritania, Djiboti, Mesir, Suriah, Tunisia, Yaman, Yordania, Oman, Qatar, Somalia, Irak, Lebanon, Kuwait, Uni Emirat Arab, Palestin, Afganistan, Bangladesh, Iran, Pakistan, Maladewa, Turki,Azerbaijan, Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Nigeria, Mali, Niger, Senegal, Uganda, Siera Leone, Guinea issau, Gabon, Gambia, Chad, Comoros, Camerun, Burkina Faso, Benin.

      e. Kegiatan OKI
      Adapun kegiatan yang dilakukan OKI selalu dalam rangka memperjuangkan kepentingan umat Islam,  negara-negara anggota, memelihara perdamaian, ketentraman dan kesejahteraan  dunia, memperjuangkan kemerdekaan Palestina, baik dalam kegiatan politk, ekonomi dan sosial budaya.  Adapun tantangan yang dialami OKI sampai sekarang antara lain:

        1. Meminimalisasi  perbedaan orientasi politik  diantara  negara anggota OKI
        2. Mengubah dan menghapuskan  salah penafsiran  dunia Barat terhadap Islam yang selalu negatif, seperti mengaikkan  Islam, dengan kegiatan Fundamentalis, Terorisme, dan kekerasan lainya.
        3. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan serta Solidaritas antar Anggota OKI.
        4. Meningkatkan Kerjasama dalam berbagai bidang untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat seluruh negara  anggota OKI.
        5. Mengupayakan terus-menerus  agar kemerdekaan dan kedaulatan rakyat Pelestina. 

       

      4. Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE)

          MEE atau Europen Economic Community (EEC)  merupakan organisasi kerjasama bidang ekonomi negara-negara Eropa yang dibentuk dalam pertemuan   menteri luar negeri dari enam negara Eropa yakni;   Prancis, Belgia, Jerman (ketika itu bernama Jerman Barat),  Italia,  Belanda dan  Luxemberg di Roma  Italia  (Perjanjian Roma) pada tanggal 25 Maret 1957. Organisasi ini merupakan  kelanjutan dari organisasi kerjasama “ Masyarakat arang batu dan baja Eropa”(Montan Unio) yang berdiri pada  tahun 1950 atas usul menteri luar negeri Prancis Robert Schuman.

      a. latar belakang pembentukan MEE

      1. Adanya kesulitan ekonomi yang dialami negara-negara Eropa pasca Perang Dunia II.
      2. Gagalnya segala upaya yang dirintis dalam rangka mempersatukan Eropa dalam bidang politik mulai dari usul pembentukan Pan Eropa yang di usulkan Richard Chaudehov dari Austria tahun 1923 dan gagasan pembentukan Dewan Eropa oleh Winston Churchill dari Inggris, sehingga perang acap kali terjadi antar sesama negara Eropa ( PD I dan PD II)
      3. Keinginan untuk menaikkan kembali gengsi Eropa di dunia

      b. Tujuan MEE

          1. mempererat kerjasama bidang ekonomi di antara sesama negara Eropa
          2. meningkatkan taraf hidup masyarakat Eropa
          3. mengujudkan integrasi negara-negara Eropa yang aman, makmur dan bersatu.
          4. memperluas lapangan kerja bagi rakyat Eropa
          5. memajukan perdagangan dan menjamin adanya persaingan bebas.
          6. menghapus semua yang merintangi, menghambat peningkatan perdagangan internasional.
          7. menjaga keseimbangan perdagangan antar sesama anggota MEE.
          8. memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara di luar MEE.

      c. Struktur organisasi MEE terdiri dari:

           1.  Majelis Eropa (Assembly)
      Mejelis Eropa mempunyai anggota 142 orang yang dipilih oleh parlemen negara-negara anggota dengan tugas: memberikan nasehat, usul dan mengawasi serta dapat meminta pertanggungjawaban atas pekerjaan komisi MEE

           2.   Dewan Eropa ( The Council)
      dewan Eropa beranggotakan seluruh menteri-menteri luar negeri angota, mempunyai kekuasaan tertinggi,  dengan tugas; merencanakan dan memberi putusan atas semua rencana dan usul baru yang diajukan.
          3.  Komisi Eropa ( Commission)
      Komisi Eropa beranggotakan 9 orang yang dipilih dari negara-negara anggota, dengan tugas sebagai pelaksana/pengurus harian MEE, dengan masa jabatan 4 tahun.
          4.  Badan Peradilan (The Court of Justice)
       Badan peradilan beranggotakan 7 orang hakim wakil dari negara-negara anggota dengan tugas; mengadili  pelanggaran-pelanggaran terhadap peraturan yang telah ditetapkan MEE , dengan masa jabatan 6 tahun.

       d. Negara-negara anggota MEE adalah:
      Prancis, Jerman, Inggris, Italia, Belanda, Belgia, Luxemberg, Denmark, Inggris, Irlandia, Spanyol, Portugal, Norwegia dan Yunani,
       
       e. Kegiatan MEE.
      Dalam rangka mencapai tujuan MEE khususnya peningkatan kerjasama ekonomi telah dilakukan berbagai upaya- upaya diantaranya:

      1. penghapusan bea barang masuk bagi pruduk-pruduk tertentu dari negara anggota
      2. menyeimbangkan ekspor dan impor negara-negara anggota
      3. memberikan kebebasan kepada kaum buruh untuk membentuk organisasinya.
      4. membuat kebijakan bersama menyakut pertania dan juga transportasi.
      5. membantu negara anggota yang lamban dalam pertumbuhan ekonomi

      Sedangkan dalam upaya mewujudkan integrasi Eropa dalam  bidang ekonomi telah pula dilakukan dengan; pembentukan pasar bersama Eropa,  Pasar Tunggal Eropa,  Uni Eropa dalam perjanjian Maastrict tahun 1992 yang diteruskan dengan pembentukan lembaga keuangan Eropa  pada tahun 1994, Pada tahun 1995 Uni Eropa mengeluarkan peraturan bagi setiap warga Eropa bebas bepergian dan mencari kerja di seluruh kawasan Eropa,dan Eropa kemudian membentuk Bank Sentral Eropa sampai kemudian membentuk mata uang tunggal Eropa EURO yang  mulai  diluncurkan sejak  1 Januari 1999 dan dipakai bersama dengan mata uang masing-masing negara Eropa.

      5. Asia Pasific Economic Coorpertion (APEC)

      APEC adalah forum kerjasama ekonomi kawasan Asia Fasifik  yang gagasan pendiriannya datang dari PM Australia Robert Hawke (Bob Hawke) pada pertemuan menteri luar negeri  negara-negara kawasan Asia Pasifik di CanberraAustralia pada bulan Nopember 1989.

      1. Latar belakang didirikan  APEC
            1. Adanya perubahan konstelasi politik dunia yang ditandai dengan munculnya berbagai organisasi kerjasama  regional yang cendrung tertutup dan membedakan kedudukan negara-negara kawasan Asia Pasifik
            2. Adanya saling ketergantungan antar negara dalam memperoleh sumber daya alam dan pemasaran hasil-hasil Industri.
            3. Munculnya globalisasi dunia yang menuntut setiap negara untuk melakukan penyesuaian dan perubahan  jika tidak ingin ketinggalan khususnya dalam  bidang ekonomi.
            4. Adanya perubahan besar di kawasan Eropa timur dalam bidang ekonomi dan politik khusunya menjelang  kehancuran komunisme.

       

      b. Tujuan dibentuknya APEC.

        1. Meningkatkan perdagangan dan Investasi yang bebas dan terbuka di kawasan Asia Pasifik.
        2. Mengujudkan liberalisasi perdagangan dan investasi serta pembangunan ekonomi sejalan dengan semangat dan ketentuan WTO.
        3. Meningkatkan kerjasama ekonomi menuju  sistim perdagangan dan invertasi bebas dikawasan Asia Pasifik dan dunia internasional.

      c.   KTT APEC
      APEC memiliki forum kerjasama tertinggi disebut  APEC Economi Leader Meeting (AELM) atau
      Pertemuan para Pemimpin Ekonomi APEC. Sampai dengan tahun 1999 telah dilangsungkan tujuh kali AELM, yakni :

      1. AELM di Seattle, Amerika Serikat ( 1993)
      2. AELM d Bogor, Indonesia ( 1994)
      3. AELM di Osaka, Jepang ( 1995)
      4. AELM di Manila, Philipina ( 1996)
      5. AELM di Vancouver, Kanada ( 1997)
      6. AELM di Kuala Lumpur Malaysia ( 1998 )
      7. AELM di Auckland Selandia Baru (1999).

      d.   Keanggotaan APEC
      APEC memmiliki sifat keanggotaan yang sangat terbuka  dan tidak membedakan antara negara maju dan negara sedang berkembang, dan sampai sekarang anggota APEC  sebanyak 21 negara yang  dapat dibagi menjadi :
      1. Negara Sangat Maju. Seperti; Amerika Serikat dan Jepang
      2. Negara Maju, seperti; Kanada, Australia, dan Selandia Baru
      3. Negara Industri, seperti; Korea Selatan, Taiwan Hongkong dan Singapura.
      4. Negara sedang berkembang, seperti; Indonesia, Malaysia, Brunai Darussalam, Filipina,
          Thailand, RRC, Mexico, Chili, dan Papua Nugini.

       

Webdesign service by Sarkis. Outsourcing by FreelanceWebmarket.